Kartun Tempo
Penggambaran yang kasar, keras. Semua orang kehabisan cara untuk mengetuk nurani anggota DPR. Opini redaksi bertajul "Di Senayan Empati Menjadi Fosil". Kurang apa coba? Kalau ada orang menghina para politikus busuk di DPR secara terbuka, satu per satu, dan menistakannya secara personal sampai ke sisi yang sangat privat, kalau perlu memfitnahnya dengan cara paling kejam dan biadab, apakah yang terkena akan menggunakan hak hukumnya untuk menggugat? Jika diam, berarti mereka bebal. Jika menggugat, berarti mereka tak tahu malu, tak tahu diri.

