Majalah Pernikahan
Kata pemilik lapak, majalah The Wedding lumayan laku. Ada saja peminatnya. Misalkan semua orang menikah berkali-kali mungkin majalah macam ini justru tak laku.
Antyo Rentjoko // I have some blogs, many blogs, and I run my own photoblog: Oh!. What about this? Postyorous Menerous, a basket of photo moblogging. ยป I blog for myself.
Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang penjahit juga sama? Oh, beda dong! Kalau di mal harus bayar, bisa terlihat orang, dan bisa bawa beberapa orang tanpa perlu mengenal si tuan maupun si nyonya jahit. :P